Ecobrick adalah pengolahan sampah plastik menjadi material ramah lingkungan. Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi menumpuknya sampah plastik. Material ramah lingkungan tersebut dibuat dengan memasukkan dan memadatkan sampah plastik yang sudah bersih dan kering ke dalam botol plastik bekas serta menggunakan tongkat kecil untuk memadatkan sampah plastik ke botol tersebut.
Plastik terbuat dari zat-zat petrokimia. Zat-zat kimia ini tidak layak kembali ke ekologi di sekitar kita. Zat-zat kimia ini beracun bagi manusia, kita mengetahuinya ketika mencium plastik terbakar. Pada akhirnya, plastik yang berceceran, dibakar, atau dibuang terurai menjadi zat-zat kimia beracun.
Lambat laun, zat-zat kimia ini larut ke tanah, air, dan udara yang kemudian diserap oleh tumbuhan dan hewan. Pada akhirnya zat-zat itu akan mencapai kita, menyebabkan cacar lahir, ketidakseimbangan hormon, dan kanker. Tempat pembuangan yang canggih sekalipun bukan solusi. Baik dalam sepuluh, maupun seratus tahun, zat-zat kimia ini akan meresap ke dalam biosfer, berdampak pada lingkungan kita.
Fasilitas daur ulang tradisional juga tidak memecahkan masalah plastik. Daur ulang skala industri tetap belum sempurna, tidak dapat dihindari, plastik akhirnya hancur atau turun mutu. Plastik berkualitas paling tinggi sekalipun pada akhirnya didaur menjadi produk atau bahan yang tidak lagi dapat didaur ulang. Artinya, pada akhirnya semua plastik kembali berakhir di alam.
Plastik perlu dilenyapkan atau justru disimpan di tempat yang tepat. Selamatkan plastik dari takdirnya sebagai racun. Botol-botol awet hingga 300-500 tahun jika terhindar dari sinar matahari. Ketika dikemas rapat, botol-botol ini dapat menjadi brick atau bata luar biasa yang dapat digunakan berulang kali untuk membangun. Inilah yang disebut dengan ecobrick.
Ecobrick dirancang untuk digunakan berulang kali. Maka, saat kita membuat ecobrick, bayangkan penggunaan berikutnya. Saat kita membangun dengan ecobrick, bayangkan juga nasibnya di kemudian hari. Untuk itu, ecobrick memiliki siklus yang berkesinambungan.
Membuat ecobrick adalah pekerjaan yang butuh waktu lama dan usaha keras. Tapi justru disinilah seninya, ini saat-saat penting dan berharga untuk merenung, berkhayal, dan membayangkan. Untuk itu, ecobrick cocok diterapkan di sekolah. Kita dapat membimbing para siswa melakukan visioning melalui perenungan tentang permasalahan lingkungan. Minta para siswa untuk membubuhkan tanggal, tanda tangan, dan melapisi visi/jawaban mereka dengan selotip. Bata-bata ecobrick akan bertahan sangat lama. Bata-bata ini akan menjadi kapsul waktu yang dapat ditemukan oleh anak-anak kita nanti. Ini akan mendorong siswa untuk berpikir panjang tentang tanggung jawab dan warisan mereka.
Membuat ecobrick itu mudah, namun ada langkah-langkah penting yang perlu diperhatikan. Mulailah dengan benar, karena hal ini akan menjadi kebiasaan jangka panjang yang akan dimulai oleh kita, siswa kita, dan sekolah kita. Penting bahwa para siswa dibimbing dengan cermat untuk pembuatan ecobrick pertama mereka. Dalam waktu singkat, sekolah kita akan menghasilkan ratusan ecobrick dan selama beberapa tahun mendatang, mungkin sampai ribuan. Maka, mulailah kebiasaan ini dengan teknik terbaik.
Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan pada pembuatan ecobrick di sekolah, yakni:
1. Isi botol-botol hanya dengan benda-benda yang tidak dapat terurai secara biologis, segala jenis plastik, busa, pembungkus, dan selofan.
2. Tidak memasukkan kertas, kaca/beling, dan logam tajam.
3. Gunakan tongkat bambu untuk mengisi botol dengan sebanyak mungkin benda-benda yang tidak dapat diurai secara biologis.
4. Gunakan lembaran selofan lunak untuk mengisi sudut-sudut dasar botol dan kantung-kantung udara.
5. Gunakan lembaran selofan berwarna untuk memberi warna bagian bawah brick.
6. Gunakan merek-merek botol tertentu untuk sekolah Anda. Hal ini akan mempermudah pembuatan ecobrick.
7. Botol-botol kecil juga dapat digunakan, pilih botol yang paling banyak tersedia di lingkungan sekolah.
Bata-bata ecobrick dapat menjadi ruang-ruang hijau yang baik, seperti kebun, taman bermain, serta hutan pangan permakultur. Mengajarkan anak untuk bercocok tanam makanan mereka sendiri adalah keterampilan berharga yang dapat diwariskan kepada generasi penerus. Produksi pangan pribadi dan komunitas yang memadai penting untuk melestarikan biosfer bumi bagi generasi masa depan.
Pembuatan Ecobrick
Reviewed by Ladang Ilmu Jawa Timur
on
Desember 26, 2017
Rating:
Reviewed by Ladang Ilmu Jawa Timur
on
Desember 26, 2017
Rating:


Tidak ada komentar: